Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

slide to unlock

Messages from admin
#Syukron Jazakallah Telah Berkunjung . O(≧▽≦)O
#Afwan yah, apabila ada kesalahan ~ (ノ ̄д ̄)ノ)
#Mari sama2 kita sokong seluruh Akhwat indonesia untuk jadi muslimah yang HAQ. (✖╭╮✖)
#Semoga Blog ini masih tetap bermanfaat,walaupun kurang menarik. (´・ω・`)
#Maju terus Akhwat Indonesia! ヽ(^▽^)人(^▽^)人(^▽^)ノ

Newest Post

IKHWAN COBA BACA INI...!!!!!

| Selasa, 27 November 2012
Baca selengkapnya »

ikhwan gaul? sunnah rasulnya kemana yah?.....

assalaamualaikum...

sob, kita bahas yuk sunnah yang di anjurkan rasul pada kaum adam, jangan kaum wanita terus yang kita bahas......^_^

pengalaman pribadi nih, pernah suatu ketika pada tahun ini, saya melamar pekerjaan ke perusahaan bonafit di daerah cikarang. pas masuk, saya di tahan satpam, katanya "maaf mas, peraturan di sini gag boleh ada janggut dan celana harus rapih, itu kaya kebanjiran gitu pake celana. mending mas pulang aja". trus juga, waktu iseng lagi kongkow-kongkow nyari buku di daerah kwitang jakarta, melewati sekumpulan gadis-gadis(ups!). eh mereka teriak gini, "waduh? jakarta panas mas, dikira banjir apa pake celana gitu, dasar aneh nih mas". malah parahnya, di beberapa perusahaan ternama udah di print tanda2 teroris secara umum, ya ciri2nya dalam da'wah ini.....huffft, ketika sunnah mulai pudar di masyarakat sob...

kita bahas masalah janggut dan isbal yuk.....

-hukum memelihara janggut ternyata wajib sob,,,,,supaya kita tidak tasyabbuh dengan wanita dan orang kafir.

Allah Ta’ala berfirman,
“Dan akan Aku suruh mereka (merubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (An Nisa’: 119)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR. Bukhari dan Tirmidzi, shahih)

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Cukurlah kumis, biarkanlah jenggot, dan selisilah majusi.” (HR. Muslim, 1/222/260)

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa makna memelihara di atas adalah membiarkannya sebagaimana adanya. (Syarah Shahih Muslim).

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Selisilah orang-orang musyrik, lebatkanlah jenggot, dan cukur habislah kumis.” (HR. Bukhari, 10/349/5892)

-ternyata Rasulullah Tidak Suka Melihat Wajah Orang yang Tercukur Jenggotnya sob...

Ketika Kisra (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya. Beliau bertanya, “Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, “Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Akan tetapi, Rabbku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.” (HR. Thabrani, Hasan)

Wahai saudaraku yang begitu mudah mencukur jenggotnya, bagaimana pendapatmu apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat wajahmu? Jawaban apa yang akan engkau berikan ketika beliau memalingkan wajahnya darimu seraya berkata, “Siapa yang memerintahmu seperti ini?” Ketahuilah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah menyuruh melakukan sesuatu melainkan beliau merupakan orang yang pertama melakukannya. Oleh karenanya jenggot beliau lebat dan utuh. (Lihat Minal Hadiin Nabawi I’faul Lihyah, edisi terjemahan berjudul Jenggot Yes, Isbal No – Media Hidayah).subhanallah....

mana jenggot mu ikhwan?.......rasulullah aja dan sahabatnya berjenggot, antum?...^_^

-nah sekarang isbal yuk kita lihat......

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apa saja yang di bawah mata kaki maka di neraka.” (HR. Bukhari).

Maksudnya bagian kaki yang terkena sarung/celana yang berada di bawah mata kaki, akan diazab di neraka, bukan sarung/celananya. Jadi, perbuatan menurunkan pakaian hingga menutupi mata kaki (baca: isbal) baik dilakukan dengan kesombongan ataupun tidak, maka pelakunya (musbil) akan diazab di neraka.astagfirullah......

nih hadits lainnya sob....

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada tiga golongan yang Allah tidak berbicara dengan mereka pada hari kiamat, tidak memperhatikan mereka dan tidak mensucikan mereka (dari dosa) serta mendapatkan azab yang sangat pedih, yaitu pelaku isbal (musbil), pengungkit pemberian (mannan) dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, Ibnu Majah, An Nasa’i)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sarung seorang muslim hingga tengah betis dan tidak mengapa jika di antara tengah betis hingga mata kaki. Maka apa yang di bawah mata kaki, tempatnya di neraka. Barangsiapa yang menyeret sarungnya (sampai menyapu tanah-pen) karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya.” (HR. Abu Dawud, Malik, dan Ibnu Majah)

nah sob, rasulullah udah mencontohkan dan mewanti-wanti kita nih para ikhwan tuk selalu taat perintah Allah dan rasulnya, rasul contoh yang baik kok kawan,,,gag ada salahnya kan kita contoh?, malah bagus kan?

Allah berfirman: ” Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat.” (Al Ahzab: 21).

jangan takut tengsin sob memelihara janggut dan celana cingkrang....tengsin ma wanita apa?...^_^'

jangan tengsin deh, cz wanita yang baik untuk lelaki yang baik qok, jadi kalo jodoh mah gag kemana, tunjukan donk kalo gayamu adalah gaya Rasulullah SAW. jangan nyerupain orang kafir sob,,,,^_^

“Hai orang-orang yang beriman masuklah kalian ke dalam islam secara kaffah” (QS. Al-Baqarah : 208).

akhirul qalam, yuk mari mulai saat ini piara janggut dan cingkrangin celana,,,karena jannahnya menanti kita sob, sempurnakanlah islam ini. tunjukan kalo kamu-kamu semua ngetren dengan janggut dan cingkrang.....wow...subhanallah...

wallahu a'lam bishawwab..

bekasi,09-04-2010

"ketika qu katakan,'ngetren nyok fren'(salim a fillah)"

dicopas dari seorang ikhwan>>_vian_170389

IKHWAN COBA BACA INI...!!!!!

Posted by : Unknown
Date :Selasa, 27 November 2012
With 0komentar

Wanita Bisu, Tuli, Buta dan Lumpuh

|
Baca selengkapnya »

"Seorang lelaki yang saleh bernama Tsabit bin Ibrahim sedang berjalan di pinggiran kota Kufah. Tiba-tiba dia melihat sebuah apel jatuh ke luar pagar sebuah kebun buah-buahan. Melihat apel yang merah ranum itu tergeletak di tanah terbitlah air liur Tsabit, terlebih-lebih di hari yang sangat panas dan di tengah rasa lapar dan haus yang mendera. Maka tanpa berpikir panjang dipungut dan dimakannyalah buah apel yang terlihat sangat lezat itu. Akan tetapi baru setengahnya di makan dia teringat bahwa buah apel itu bukan miliknya dan dia belum mendapat ijin pemiliknya.

Maka ia segera pergi ke dalam kebun buah-buahan itu dengan maksud hendak menemui pemiliknya agar menghalalkan buah apel yang telah terlanjur dimakannya. Di kebun itu ia bertemu dengan seorang lelaki. Maka langsung saja ia berkata, “Aku sudah memakan setengah dari buah apel ini. Aku berharap Anda menghalalkannya”. Orang itu menjawab, “Aku bukan pemilik kebun ini. Aku hanya khadamnya yang ditugaskan merawat dan mengurusi kebunnya”.

Dengan nada menyesal Tsabit bertanya lagi, “Dimana rumah pemiliknya? Aku akan menemuinya dan minta agar dihalalkan apel yang telah kumakan ini.” Pengurus kebun itu memberitahukan, “Apabila engkau ingin pergi kesana maka engkau harus menempuh perjalanan sehari semalam”.

Tsabit bin Ibrahim bertekad akan pergi menemui si pemilik kebun itu. Katanya kepada orangtua itu, “Tidak mengapa. Aku akan tetap pergi menemuinya, meskipun rumahnya jauh. Aku telah memakan apel yang tidak halal bagiku karena tanpa seijin pemiliknya. Bukankah Rasulullah Saw sudah memperingatkan kita lewat sabdanya : “Siapa yang tubuhnya tumbuh dari yang haram, maka ia lebih layak menjadi umpan api neraka.”

Tsabit pergi juga ke rumah pemilik kebun itu, dan setiba disana dia langsung mengetuk pintu. Setelah si pemilik rumah membukakan pintu, Tsabit langsung memberi salam dengan sopan, seraya berkata, “Wahai tuan yang pemurah, saya sudah terlanjur makan setengah dari buah apel tuan yang jatuh ke luar kebun tuan. Karena itu sudikah tuan menghalalkan apa yang sudah kumakan itu ?” Lelaki tua yang ada di hadapan Tsabit mengamatinya dengan cermat. Lalu dia berkata tiba-tiba, “Tidak, aku tidak bisa menghalalkannya kecuali dengan satu syarat.” Tsabit merasa khawatir dengan syarat itu karena takut ia tidak bisa memenuhinya. Maka segera ia bertanya, “Apa syarat itu tuan?” Orang itu menjawab, “Engkau harus mengawini putriku !”

Tsabit bin Ibrahim tidak memahami apa maksud dan tujuan lelaki itu, maka dia berkata, “Apakah karena hanya aku makan setengah buah apelmu yang jatuh ke luar dari kebunmu, aku harus mengawini putrimu? ” Tetapi pemilik kebun itu tidak menggubris pertanyaan Tsabit. Ia malah menambahkan, katanya, “Sebelum pernikahan dimulai engkau harus tahu dulu kekurangan-kekurangan putriku itu. Dia seorang yang buta, bisu, dan tuli. Lebih dari itu ia juga seorang gadis yang lumpuh !”

Tsabit amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan semacam itu patut dia persunting sebagai isteri gara-gara ia memakan setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? Kemudian pemilik kebun itu menyatakan lagi, “Selain syarat itu aku tidak bisa menghalalkan apa yang telah kau makan !”

Namun Tsabit kemudian menjawab dengan mantap, “Aku akan menerima pinangannya dan perkawinannya. Aku telah bertekad akan mengadakan transaksi dengan Allah Rabbul ‘Alamin. Untuk itu aku akan memenuhi kewajiban-kewajiban dan hak-hakku kepadanya karena aku amat berharap Allah selalu meridhaiku dan mudah-mudahan aku dapat meningkatkan kebaikan-kebaikanku di sisi Allah Ta’ala”. Maka pernikahanpun dilaksanakan. Pemilik kebun itu menghadirkan dua saksi yang akan menyaksikan akad nikah mereka. Sesudah perkawinan usai, Tsabit dipersilahkan masuk menemui istrinya. Sewaktu Tsabit hendak masuk kamar pengantin, dia berpikir akan tetap mengucapkan salam walaupun istrinya tuli dan bisu, karena bukankah malaikat Allah yang berkeliaran dalam rumahnya tentu tidak tuli dan bisu juga. Maka iapun mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum.”

Tak dinyana sama sekali wanita yang ada dihadapannya dan kini resmi menjadi istrinya itu menjawab salamnya dengan baik. Ketika Tsabit masuk hendak menghampiri wanita itu, dia mengulurkan tangan untuk menyambut tangannya. Sekali lagi Tsabit terkejut karena wanita yang kini menjadi istrinya itu menyambut uluran tangannya.

Tsabit sempat terhentak menyaksikan kenyataan ini. “Kata ayahnya dia wanita tuli dan bisu tetapi ternyata dia menyambut salamnya dengan baik. Jika demikian berarti wanita yang ada di hadapanku ini dapat mendengar dan tidak bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir mengapa ayahnya menyampaikan berita-berita yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya ?

Setelah Tsabit duduk disamping istrinya, dia bertanya, “Ayahmu mengatakan kepadaku bahwa engkau buta. Mengapa ?” Wanita itu kemudian berkata, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah melihat apa-apa yang diharamkan Allah”. Tsabit bertanya lagi, “Ayahmu juga mengatakan bahwa engkau tuli. Mengapa?” Wanita itu menjawab, “Ayahku benar, karena aku tidak pernah mau mendengar berita dan cerita orang yang tidak membuat ridha Allah. Ayahku juga mengatakan kepadamu bahwa aku bisu dan lumpuh, bukan?” tanya wanita itu kepada Tsabit yang kini sah menjadi suaminya. Tsabit mengangguk perlahan mengiyakan pertanyaan istrinya. Selanjutnya wanita itu berkata, “aku dikatakan bisu karena dalam banyak hal aku hanya mengunakan lidahku untuk menyebut asma Allah Ta’ala saja. Aku juga dikatakan lumpuh karena kakiku tidak pernah pergi ke tempat-tempat yang bisa menimbulkan kegusaran Allah Ta’ala”.

Tsabit amat bahagia mendapatkan istri yang ternyata amat saleh dan wanita yang akan memelihara dirinya dan melindungi hak-haknya sebagai suami dengan baik. Dengan bangga ia berkata tentang istrinya, “Ketika kulihat wajahnya Subhanallah, dia bagaikan bulan purnama di malam yang gelap”.

Tsabit dan istrinya yang salihah dan cantik rupawan itu hidup rukun dan berbahagia. Tidak lama kemudian mereka dikaruniai seorang putra yang ilmunya memancarkan hikmah ke penjuru dunia. Itulah Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit.

Wanita Bisu, Tuli, Buta dan Lumpuh

Posted by : Unknown
Date :
With 0komentar

Kesalahan Dalam Berjilbab

| Sabtu, 24 November 2012
Baca selengkapnya »

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah sekarang sudah banyak wanita yang berjilbab.
tapi sya masih belum puas ni masih banyak yg salah dalam pemakaian nya..
yuk kita simak artikel ini agar lebih jelas dan semoga menjadi motivasi buat ukhti2 semua..

PENGERTIAN JILBAB
Jilbab adalah bentuk mufrad (tunggal) dari jalabib yang berarti pakaian tebal yang menutup seluruh badan wanita mulai dari kepala sampai ujung kaki.
Makna inilah yang dimaksudkan dalam ayat hijab pada surat al-Ahzab.
Berkata Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya :
"Jalabib adalah bentuk jamak(plural) dari kata jilbab yang berarti pakaian yang digunakan untuk menutup seluruh badan wanita."
Dari makna ini jelaslah bahwa yang dimaksud dengan jilbab yang diperintahkan dalam Alqur'an adalah pakaian yang bisa menutupi seluruh tubuh wanita,bukan sekedar balutan kain yang hanya menutup bagian kepala saja. 


Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mumin : “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Memang sudah banyak wanita yang berjilbab tapi berjilbabnya tidak sesuai dengan apa yang dianjurkan. Apakah mereka tidak tahu atau memang ingin berjilbab tapi tetap tampil menarik.

Syarat-syarat Pakaian Muslimah :
. Menutupi seluruh bagian tubuhnya kecuali Muka dan Tangan
. Tidak Transparan dan Tipis
. Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh ( tidak ketat )
. Bukan pakaian laki-laki atan menyerupai pakaian laki-laki
. Tidak berwarna dan bermotif terlalu menyolok. Sebab pakaian yang menyolok akan mengundang perhatian laki-laki

Berikut ini beberapa kesalahan dalam berjilbab :
maaf jika ada sedikit menyindir yah :D


Kesalahan Dalam Berjilbab 1

Kesalahan Dalam Berjilbab 2

Kesalahan Dalam Berjilbab 3

dibawah ini adalah contoh yang benar 

Berjilbab Yang Benar

Udah gitu ajah ,, lebih dan kurangnya saya mohon maaf . kepada allah saya mohon ampun.
wabilahi taufiq walhidayah assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh__^)

Kesalahan Dalam Berjilbab

Posted by : Unknown
Date :Sabtu, 24 November 2012
With 0komentar
Next Prev
▲Top▲